Mengapresiasi Raperda Kawasan Tanpa Rokok

Oleh : M. Danusiri, Drs. M.Ag

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang yang membidangi Hukum, HAM, dan Kebijakan Publik, saya mewakili PDM diundang oleh Komuitas Peduli Kawasan Tanpa Rokok (KPKTR) yang dikoordinatori oleh Abdun Mufid untuk workshop memperjuangkan Raperda menjadi Perda mengenai KTR (Kawasan Tanpa Rokok).
Workshop diselenggarakan di Hotel Siliwangi Indraprasta Semarang selama dua hari, tanggal 2 dan 3 Maret 2012 bertepatan dengan hari Jumat dan Sabtu. Menciptakan Kawasan tanpa Rokok (KTR) menjadi sangat penting karena beberapa pertimbangan: (1) Merokok membahayakan kesehatan bagi perokoknya dan orang lain yang terkena asap rokok, (2) Tidak melarang siapa saja yang merokok, hanya membatasi agar mereka merokok di tempat-tempat yang tidak membahayakan orang lain, (3) melindungi orang-orang yang tidak merokok agar tidak terkena penyakit akibat asap rokok, (4) Menciptakan KTR bukan anti kepada perokok maupun industri rokok dan semua hal yang berkaitan dengan dunia per-rokokan. Jadi usaha menciptakan KTR tidak perlu dirisaukan oleh siapa pun karena usaha ini bukanlah suatu kejahatan ditinjau dari segi apapun (agama, perundang-undangan, dan norma-norma sosial). Karena itu, menciptakan KTR sudah seharusnya didukung oleh seluruh elemen bangsa dan masyarakat Indonesia.
Drs. Anang Budi Utomo, Anggota DPRD Kota Semarang, hadir dalam workshop tersebut sekaligus bertindak sebagai salah satu narasumber. Ia menyampaikan materi strategi legislasi KTR di DPRD kota Semarang. Dalam orasinya dapat dipahami bahwa beliau sangat setuju menciptakan KTR yang ketika workshop diselenggarakan ini sudah menjadi draf raperda diperjuangkan untuk menjadi perda (Peraturan Daerah). Sebagai anggota Dewan dan ia sendirri bukan perokok, ia kelihatan sangat setuju kalau draf itu disetujui menjadi perda. Ia menambahkan bahwa dalam draf perda itu terdapat pasal-pasal sanksi bagi pelanggar perda, namun belum dibeberkan kira-kira seperti apa jenis dan bobot pelanggaran maupun sanksi bagi pelanggarnya.
Hari kedua bagian akhir dari workshop tibalah sesi pemetaan siapa yang kira-kira menyetujui perda KTR dan siapa yang menolaknya. Ketika ditanya “Bagaimana Muhammadiyah, apakah menyetujui perda KTR? Danusiri langsung menjawab dengan penuh kepercayaan diri bahwa Muhammadiyah sangat mengapresiasi perda KTR. Ia menambahkan bahwa sudah lebih dulu di negeri ini Muhammadiyah adalah satu-satunya organisasi sosial keagamaan yang mengharamkan merokok secara menyeluruh, dalam arti untuk semua umur, jenis kelamin, dan dalam keadaan apa pun, seperti wanita hamil dan menyusui. Ia juga berharap agar dalam persidangan Dewan nanti Perda KTR disahkan pada tahun 2012 ini. Muhammadiyah sangat merindukan kesehatan umum bagi umat manusia. KTR adalah salah satu indikator kecil bagi keteraturan alam semesta. Dalam hal ini Allah berfirman . . . Wa ahsin kamaa ahsanallaahu ilaika walaa tabghil fasaada fil ardl. . . (Dan berbuat baiklah kamu sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi – QS al-Qashashash :77). Semoga usaha Abdun Mufid dkk dari KPKTR sukses dan Dewan mengesahkan KTR sehingga Semarang segera pada gilirannya tercipta kawasan tanpa rokok. Secara prinsip setiap orang berhak mendapatkan kebebasan dari AROL (asap rokok orang lain).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s