Revolusi Belum Selesai

oleh : Drs. Indriyanto, S.H., M.,Hum.

Disampaikan pada acara bedah buku “ Revolusi Belum Selesai dan Pemutaran Film Korban Orde Baru oleh LKI Paradigma dan Dep.PPSDM BEM Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang di Semarang pada tanggal 9 Desember 2003.

Pendahuluan

Buku kumpulan pidato Bung Karno yang diucapkan sejak tanggal 30 September 1965 hingga pidato Nawaksara 1967, yang mengakhiri kekuasaan presiden ini sangat penting. Penting dalam arti karena belum ada buku sebelumnya yang menerbitkan naskah pidato pada periode tersebut. Kemudian, pidato ini diucapkan oleh Bung karno ketika masa-masa akhir kekuasaannya mulai memuncak. Selain itu, dengan keluarnya Supersemar, seiring dengan naiknya kekuasaan Soeharto dengan Orde Barunya, semua yang berbau komunis dan Bung Karno tidak boleh diketahui oleh bangsa Indonesia. Sehingga praktis bahwa pidato ini disimpan oleh pemerintah Orde Baru hingga kejatuhannya.

Buku ini memberikan informasi politikyang cukup segar dalam perkembangan penulisan sejarah politik Indonesia dan kajian politik kontemporer masa kejatuhan Bung Karno. Apa yang menjadi ide-ide dan gagasan serta alas an Bung Karno untuk “mempertahankan diri” dari berbagai serangan pihak “lawan” diucapkan pada berbagai kesempatan pidato ini.

Buku ini sekaligus memberikan sumber data sejarah yang selama ini kosong terutama dalam sejarah pemikiran politik Indonesia masa Soekarno. Dengan demikian diharapkan bahwa buku ini bisa memberikan masukan yang berguna bagi kajian-kajian politik dan sejarah kontemporer yang selama ini masih “gelap” khususnya pada peristiwa sekitar G 30 September dan kejatuhan Bung Karno.

Isi Pidato-pidato Bung Karno

Apabila kita tinjau tentang isi pidato Bung Karno, maka bisa dikategorikan dalam pidato berdasarkan jaman atau periode tertentu. Paling tidak ada lima periode pemikiran Bung Karno yang dipidatokan olehnya. Adapun periode  pemikiran dalam pidato tersebut adalah:

  1. Periode sebelum kemerdekaan → Cita-cita menuju bangsa yang merdeka.
  2. Periode 1945 – 1949 → upaya melawan kolonialisme dan federalisme

III. Periode 1950 – 1959 → ketidaksesuaian antara cita-cita dan kenyataan

IV. Periode 1959 – 1965 → menyatukan kembali kekuatan.

  1. Periode 1965 – 1967 → peralihan kekuasaan.

Pada periode peralihan kekuasaan ada tiga tema utama utama dalam pidato-pidato Bung Karno tersebut, yaitu:

  1. Konteks G 30 S (Riak dari gelombang revolusi)
  2. Konteks mempertahankan kekuasaan (revolusi belum selesai)
  3. Konteks keterputusasaan (revolusi sudah tidak di dengar lagi)

Sampai Bung Karno wafat, ia tetap konsisten dengan apa yang ia pikirkan dan ucapkan yaitu cita-cita terciptanya masyarakat sosialis Indonesia.

Adapun isi pidato yang selalu diucapkan dalam berbagai kesempatan adalah:

  1. Bantahan-bantahan terhadap media massa yang memonopoli informasi.
  2. Konsisten sikap Bung Karno terhadap Nasakom dan antinekolim
  3. Nadanya makin lama makin lemah dan mulai putus asa.
  4. Ketika melantik Kabinet Ampera 28 Juli 1966, Bung Karno mengatakan bunyi Supersemar bukanlah penyerahan kedaulatan, “I repeat again, it is not a transfer of anthority”.

Makna Revolusi Belum Selesai

Perlu dipahami, bahwa menurut Bung Karno, Revolusi belum selesai. Hal ini berbeda denga Bung Hatta, misalnya yang mengatakan bahwa revolusi sudah selesai dan kita harus membangun negara Indonesia ini dengan apa yang ada dan yangkita miliki ini dengan melakukan berbagai perubahan dan pembaharuan. Namun bagi Bung Karno, revolusi adalah sebuah langkah panjang yang berisi perjuangan menghancurkan sistem/Stelsel lama, yaitu system kolonialisme, imperialisme, dan feodalisme di atas puing-puing itu kemudian di bangun sistem yang baru yaitu masyarakat sosialisme Indonesia. Selama system ini masih ada, maka revolusi belum selesai.

Tema-tema utama dalam Pidato.

1.  Pidato yang berkaitan dengan G 30 S 1965

Dikatakan oleh Bung Karno bahwa terjadinya peristiwa G 30 S yang dikatakan sebagai Gestok (karena gerakan ini berlangsung pada tanggal 1 Oktober 1965), disebabkan karena ada kesalahpahaman antara pihak, khususnya di antara perwira Angkatan Darat. Tuduhan terhadap AURI bahwa angkatan ini tersangkutnya dalam G 30 S ditandaskan oleh Bung Karno sebagai hal yang  tidak benar. Bung Karno slalu menandaskan  dan menegaskan “Perintah” dan komandonya  kepada AB supaya bersatu.

Peristiwa 30 September adalah suatu penyakit di Revolusi, maka harus disembuhkan, dia tidak membenarkan. Revolusi Perancis saja berlangsung dari 1789-1848  atau selama  59 tahun.BK melihat 30 September sebagai Issue politik, bukan sekedar issue AD. Jadi itu adalah issue revolusi.Tapi jangan sampai Revolusi menjadi lemah. BK yang ditunjuk sebagai pemimpin besar Revolusi oleh MPRS. Perintah BK setelah  September : tenang, jangan kehilangan akal.BK kecewa karena sering mendengar kata taat pada Bung Karno tapi tidak dikerjakan, jangan bakar-bakaran, jangan kobarkan sentimen.Bung Karno marah dengan berita-berita surat kabar yang 90 % berisi kejadian-kejadian sentimen, bukan upaya melawan nekolim. BK akan mengadakan political solution, tetapi ingin mengetahui prolognya lebih dulu. Sikap Bung Karno terhadap 30 September : 1) tidak menetapkan ini salah, itu salah; 2) dia ingin melihat secara obyektif proloog, fakta, noloog. 3 Komando Bung Karno tentang 30 September :

  1. Hindari segala tindakan yang dapat merugikan kita
  2. Tingkatkan dan sempurnakan segenap Slogarde Dwikora.
  3.  Kerabkan seluruh potensi guna kesempurnaan dan keamanan ketahanan revolusi.

2.  Pidato  Banting Stir

Isinya seruan dan ajakan supaya mengkikis habis imperialisme dan feodalisme dan menggalang Nefo untuk melawan Oldefo.BK masih yakin bahwa dirinya masih tetap eksis dan Indonesia tidak collapse dengan kejadian 30 September. Bangsa Indonesia harus tetap waspada terhadap Neokolin. Perintah Bung Karno kepada Suharto buatlah AD ini satu angkatan dari Revolusi Indonesia yang menjalankan Panca Azimat Revolusi dan berdiri di atas Nasakom dan prinsip-prinsip Manipol USDEK.

3. Pidato Politik Untuk Persatuan Bangsa Indonesia

Bahwa Revolusi kita adalah revolusi kiri jangan sampai bergeser ke kanan BK secara terbuka mengingatkan bahaya nekolim dan CIA yang dikatakan pandai menunggangi. BK minta agar rakyat berdiri di belakangnya dan taat, jalankan perintah, tidak menjagalnya. Jalankan komando saya, bantulah saya, dan jangan jagal, dst. Dalam pidato tanggal 6 November 1965 saat Sidang Kabinet Dwikora di Bogor dijelaskan bahwa Soebandrio dan Oei Tjoe Tat didesak mundur, tetapi ditegaskan oleh Bung Karno bahwa ia tidak akan memecatnya. Karena Soebandrio sebagai Menteri Luar Negeri dan Waperdam I (Wakil Perdana Menteri I) dan Oei Tjoe Tat Menteri yang saya perbantukan kepada Presidium.

Pada tanggal 10 November 1965 di surabaya ditetapkan sebagai Hari Pahlawan. Bung Karno mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah salah satu bangsa yang mempunyai banyak pahlawan. Kami bangsa Indonesia amat berterima kasih dan amat menghargai tinggi kepada pengorbanan Wolter Mongosidi , oleh karena itu maka Bung Karno sebagai presiden dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata menganugerahkan kepada arwahnya Wolter Mongosidi Bintang Hama Putra. Dan Mayor Jenderal Sarbini berkata bahwa bangsa Indonesia yang tahu menghargai pahlwan-pahlawannya.

Penutup

Bung Karno adalah orang yang mencita-citakan persatuan bangsa Indonesia. Adapun  prinsip yang dikemukakan seperti Nasakom, adalahprinsip yang diyakini kebenarannya sejak ia masih berusia muda. Namun saya secara fakta politik, bangsa Indonesia tidak bisa bersatu karena hanya mempersatuakan ideology. Ditambah dengan buruknya kondisi ekonomi, maka Soekarno mulai jatuh dan “dikhianati” oleh para perwiranya sendiri.

Dia tetap ingin mempertahankan kekuasaannya, tatapi dia tidak mampu secara politik, karena sudah banyak pihak yang dihancurkan oleh kekuatan Soeharto. Maka ia melawan dengan bahasanya. Bahasa yang ia pidatokan yang muncul sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s