Muhammadiyah Lahir untuk memperbaiki Umat

MUhamadiyah2SEMARANG, suaramerdeka.com – Lahir sebelum era proklamasi, Muhammadiyah adalah ormas Islam nonpartisan. Organisasi itu bahkan memastikan peran kepolitikannya dalam sejarah nasional elegan. Pendirian Muhammadiyah juga murni keinginan memperbaiki kondisi umat.

‘’Disinggung peran organisasi ini berkenaan politik, memang bakal ada yang mencibir. Muhammadiyah kok dikaitkan politik. Selebihnya ada yang apatis meski sebenarnya banyak yang tertarik ingin mengetahuinya,’’tutur  Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Imam Addaruqutni, di Kampus Unimus Jumat (9/1).

Hadir dalam forum seminar bertajuk ‘’Muhammadiyah dan Politik Kebangsaan’’ itu, Rektor Prof Djamaluddin Darwis, pengurus Muhammadiyah Jateng Widadi, dosen, dan mahasiswa. Menurut alumnus Birmingham Inggris tersebut, berbicara peran Muhammadiyah tak akan lepas dari politik. Hanya memang organisasi ini tak pernah menjadi partisan.

‘’Politik itu hanya cara untuk bisa sampai ke tujuan. Saya ingin memberikan gambaran bila negara ini bisa melindungi sepenuhnya kepentingan rakyat rasa-rasanya tidak perlu Muhammadiyah mendorong terbentuknya parpol. Namun karena negara masih belum bisa memenuhi harapan, tak salah ormas ini membebaskan kadernya berkiprah di arena politik,’’imbuhnya.

Namun Imam merasa perlu mengatakan pandangannya tentang kiprah Muhammadiyah sebatas catatan pinggir. Ini bukan pemikiran arus utama. Sebab, untuk bisa memotret seutuhnya kiprah lembaga yang sudah memberikan andil besar untuk keumatan dan NKRI, forumnya adalah muktamar. Forum tertinggi di organisasi tersebut yang berhak memberikan fatwa sejauhmana peran dan kiprah lembaga.

‘’Muhammadiyah lahir dari keprihatinan KH Ahmad Dahlan atas kondisi umat Islam era itu. Ulama itu sempat berangkat ke Makah Arab Saudi. Pada saat bersamaan muncul gerakan pembaruan dimotori Muhammad Ibnu Abdul Wahab. Se zaman itu mengalir gerakan pembaruan di Mesir oleh Jamaluddin Al Afgani ulama muda asal Afganistan,’’ terangnya.

Pemikiran ulama itu sedikit banyak diserap KH Ahmad Dahlan untuk dipakai membantu menegakkan akhlak dan moral umat. Ulama yang semasa hidup menetap di Yogyakarta itu juga tak hanya memperkuat pendalaman mengenai Al Quran selama di Makah. Selebihnya banyak membaca untuk menyerap informasi yang berkembang saat itu.

(Hari Santoso/CN34/SM Network)

Sumber

http://berita.suaramerdeka.com/muhammadiyah-lahir-untuk-perbaiki-umat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s